Etihad Airways memulai salah satu ekspansi regional paling signifikan dalam sejarahnya, dan secara signifikan meningkatkan kehadirannya di daratan Tiongkok. Beralih dari satu tujuan menjadi enam tujuan, maskapai penerbangan yang berbasis di Abu Dhabi ini berencana untuk meningkatkan layanannya dari tujuh penerbangan mingguan menjadi 35 penerbangan mingguan selama dua tahun ke depan.
Strategi pertumbuhan yang agresif ini menandakan pertaruhan besar pada koridor ekonomi UEA-Tiongkok, yang bertujuan untuk memposisikan Abu Dhabi sebagai pusat transit utama yang menghubungkan Tiongkok ke Timur Tengah, Afrika, Eropa, dan Amerika Utara.
Peta Jalan Ekspansi
Peluncuran rute baru ini dilakukan secara bertahap, dimulai pada akhir tahun 2026 dan berakhir pada awal tahun 2027. Semua penerbangan akan dioperasikan oleh pesawat Boeing 787-9, dengan konfigurasi 290 kursi (28 Kelas Bisnis dan 262 Kelas Ekonomi).
Jadwal penerbangan baru meliputi:
- Beijing (PKX): Layanan yang ada (7x mingguan)
- Shanghai (PVG): Diluncurkan 1 Oktober 2026 (7x mingguan)
- Guangzhou (CAN): Diluncurkan 4 Maret 2027 (7x mingguan)
- Hangzhou (HGH): Diluncurkan 4 Maret 2027 (5x mingguan)
- Chengdu (TFU): Diluncurkan 5 Maret 2027 (4x mingguan)
- Shenzhen (SZX): Diluncurkan 7 Maret 2027 (5x mingguan)
Catatan: Perluasan ini hanya mencakup Tiongkok daratan dan tidak termasuk layanan Etihad yang sudah ada ke Hong Kong dan Taipei.
Penggerak Strategis: Mengapa Sekarang?
Perluasan ini bukan sekedar menambah destinasi; ini adalah langkah yang diperhitungkan dan didorong oleh beberapa faktor geopolitik dan komersial:
1. Kendala Regulasi
Besarnya perluasan ini dimungkinkan oleh perbaikan baru-baru ini dalam hak udara bilateral antara Uni Emirat Arab dan Tiongkok. Perjanjian ini telah membuka slot penerbangan yang sebelumnya tidak terpakai, memungkinkan Etihad meningkatkan kapasitasnya secara signifikan.
2. Usaha Patungan China Timur
Pertumbuhan Etihad didukung oleh usaha patungan dengan China Eastern, yang memungkinkan layanan terkoordinasi di seluruh gerbang utama. Meskipun China Eastern saat ini menghubungkan beberapa kota di Tiongkok dengan UEA, ekspansi Etihad memberikan jangkauan yang lebih luas ke pusat komersial dan teknologi Tiongkok.
3. Posisi Kompetitif di Teluk
Di pasar penerbangan Timur Tengah yang sangat kompetitif, Etihad sering kali bersaing memperebutkan pangsa pasar melawan raksasa seperti Emirates dan Qatar Airways. Dengan melakukan ekspansi secara agresif di Tiongkok, Etihad mengukir ceruk dominan di koridor bernilai tinggi di mana Etihad dapat membangun pijakan yang lebih kuat.
Risiko dan Tantangan Pasar
Meskipun pengumuman ini ambisius, hal ini bertentangan dengan tren industri yang lebih luas. Permintaan perjalanan internasional dari Tiongkok belum sepenuhnya kembali ke tingkat sebelum pandemi, dan banyak maskapai penerbangan Tiongkok masih berupaya memulihkan kapasitas global mereka.
Selain itu, perluasan ini memerlukan kapasitas pesawat berbadan lebar yang signifikan. Ketika Etihad mengalokasikan lebih banyak Boeing 787 ke pasar Tiongkok, Etihad menghadapi biaya peluang (opportunity cost), yang berpotensi membatasi kemampuannya untuk memperluas layanan jarak jauh ke wilayah global lainnya.
“Tiongkok adalah pasar yang penting secara strategis bagi Etihad dan merupakan pilar utama pertumbuhan jaringan kami,” kata CEO Antonoaldo Neves. “Ekspansi ini menunjukkan peningkatan kapasitas yang signifikan dan sinyal jelas dari komitmen jangka panjang kami terhadap pasar.”
Kesimpulan
Dengan beralih ke Tiongkok daratan, Etihad berupaya memanfaatkan penguatan hubungan diplomatik dan perdagangan antara UEA dan Tiongkok. Jika berhasil, langkah ini akan memperkuat peran Abu Dhabi sebagai pintu gerbang penting bagi perdagangan dan pariwisata global, meskipun maskapai ini harus menavigasi pasar internasional yang kompleks dan masih dalam tahap pemulihan.
