
Afrika Selatan. Ini adalah negara paling selatan di benua Afrika, tempat di mana tiga ibu kota memegang kekuasaan dan sejarah terasa berat. Jika Anda merencanakan perjalanan, ketahuilah ini: Republik Afrika Selatan sangat luas. Kita berbicara tentang wilayah seluas 471.358 mil persegi yang berubah dari dataran pantai ke dataran tinggi. Populasinya berjumlah sekitar 63,4 juta orang pada perkiraan tahun 2026. Anda tidak hanya mengunjungi suatu negara. Anda menjelajahi mosaik budaya, bahasa, dan lanskap yang kompleks.
Geografi saja memerlukan perhatian. Afrika Selatan memiliki tiga zona utama. Ada dataran tinggi bagian dalam yang luas. Lalu ada Great Escarpment yang bergunung-gunung di sekitarnya. Terakhir, dataran pantai yang sempit menutupi tepiannya. Iklimnya sedang dan subtropis. Ini bukan panas yang seragam. Ini sangat bervariasi tergantung di mana Anda berdiri.
Memahami Lanskap dan Biaya
Kebanyakan pelancong terbang ke Johannesburg atau Cape Town. Namun kenyataannya berpindah-pindah tempat berbeda. Tanahnya sangat luas. Anda perlu merencanakan logistik Anda lebih awal. Mata uangnya adalah rand. Anggaran sesuai. Ini adalah salah satu produsen emas, batu bara, berlian, platinum, dan vanadium terbesar di dunia. Beban ekonomi tersebut tampak pada infrastruktur. Jalan antara pusat-pusat utama umumnya baik. Perjalanan kereta api ada tetapi lambat. Penerbangan domestik efisien untuk perjalanan jauh.
Pretoria/Tshwane menangani cabang eksekutif. Cape Town menjadi tuan rumah badan legislatif. Bloemfontein/Mangaung adalah pusat peradilan. Tiga ibu kota. Satu Nusa. Ini adalah teka-teki logistik yang mencerminkan sejarahnya.
Permadani Manusia
Tiga perempat penduduknya adalah orang Afrika berkulit hitam. Ini termasuk Zulu, Xhosa, Sotho, dan Tswana. Sisanya sebagian besar adalah keturunan Eropa atau campuran atau Asia Selatan. Anda akan mendengar sebelas bahasa resmi. Afrikanas. Bahasa inggris. Ndebele. Pedi. Soto. Bahasa Isyarat Afrika Selatan. Swati. Tsonga. Tswana. Venda. Xhosa. Zulu.
Bahasa Inggris adalah bahasa utama bisnis dan pariwisata. Bahasa ini digunakan secara luas di pusat kota. Namun tatanan budaya ditenun dari banyak benang. Kekristenan mendominasi, termasuk tradisi Protestan dan Katolik Roma, bersama dengan gereja-gereja Kristen independen. Kepercayaan tradisional masih kuat di daerah pedesaan. Hindu dan Islam juga memiliki pengikut yang signifikan.
Suku San dan Khoekhoe menjelajahi daerah tersebut sebagai pemburu dan pengumpul di Zaman Batu. Pada saat kontak dengan Eropa, Eropa telah mengembangkan budaya penggembala. Ini adalah sejarah yang mendalam. Itu mendahului segalanya.
Sejarah Singkat yang Tidak Dapat Anda Abaikan
Anda tidak dapat melihat pemandangan tanpa memahami beban di baliknya. Pada abad ke-14, masyarakat berbahasa Bantu telah menetap di wilayah tersebut. Mereka mengembangkan pertambangan emas dan tembaga serta berdagang dengan Afrika Timur. Jalur perdagangan itu masih bergema di kios-kios pasar kota modern.
Pada tahun 1652, Belanda mendirikan koloni di Tanjung Harapan. Para pemukim Belanda dikenal sebagai Boer. Belakangan, mereka disebut Afrikaner karena bahasa Afrikaans mereka. Pada tahun 1795, pasukan Inggris merebut tanjung tersebut. Ketegangan antara kedua kelompok ini menentukan dua abad berikutnya.
Pada tahun 1836, pemukim Belanda yang mencari lahan baru melakukan Great Trek ke utara. Mereka mendirikan republik Boer yang merdeka di Orange Free State dan Republik Afrika Selatan. Inggris mencaplok mereka sebagai koloni pada tahun 1902 setelah Perang Afrika Selatan. Itu adalah proses yang brutal. Bekas lukanya tetap ada.
Pada tahun 1910, koloni Inggris di Cape Colony, Transvaal, Natal, dan Orange River disatukan menjadi Uni Afrika Selatan yang baru. Negara ini merdeka dan menarik diri dari Persemakmuran pada tahun 1961.
Apartheid dan Kebebasan
Sepanjang abad ke-20, politik Afrika Selatan didominasi oleh pertanyaan tentang mempertahankan supremasi kulit putih Eropa atas mayoritas kulit hitam di negara tersebut. Pada tahun 1948, Afrika Selatan secara resmi melembagakan apartheid. Ini adalah sistem segregasi dan diskriminasi ras yang dilembagakan.
Ini mengubah lanskap secara fisik. Kota-kota dibangun jauh dari pusat kota. Sumber daya ditimbun. Dunia menyaksikan.
Karena meningkatnya kecaman dari seluruh dunia, pemerintah mulai mencabut undang-undang apartheid pada tahun 1990. Dalam pemilihan umum yang bebas pada tahun 1994, Nelson Mandela menjadi presiden kulit hitam pertama di negara tersebut. Konstitusi permanen non-rasial disetujui pada tahun 1996 dan diundangkan pada tahun 1997. Ini adalah kisah ketahanan. Anda akan melihat
























