Penerbangan Delta Air Lines dari São Paulo, Brasil, menuju Atlanta, AS, kembali ke bandara hanya beberapa menit setelah lepas landas pada 29 Maret 2024, setelah mengalami kebakaran di mesin kirinya. Penumpang menangkap video dramatis nyala api yang terlihat dari dalam kabin saat Airbus A330-323 melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Guarulhos.

Detail Insiden

Penerbangan DL104 berangkat sekitar pukul 23:49. waktu setempat. Para kru melihat adanya kerusakan kritis pada mesin kiri Pratt & Whitney PW4168A di ketinggian sekitar 4.500 kaki. Dalam sepuluh menit, mereka segera kembali ke São Paulo, mendarat dengan selamat pada pukul 23:59. Pesawat tersebut, badan pesawat berusia 20 tahun yang terdaftar sebagai N813NW, mengalami kerusakan mesin yang signifikan. Puing-puing dari mesin berserakan ke lapangan terbang, memicu kebakaran kecil di dekat landasan pacu.

Respon Pilot dan Kemampuan Pesawat

Pilot merespons dengan tenang dan efektif, mengikuti prosedur darurat standar. Rekaman pengatur lalu lintas udara memastikan ketenangan mereka saat menangani situasi. Pesawat modern, termasuk A330, dirancang untuk beroperasi dengan aman bahkan dengan satu kegagalan mesin. Pilot secara rutin berlatih untuk skenario ini, dan sistem pesawat dibangun untuk menangani keadaan darurat tersebut.

Pengelolaan Bahan Bakar di Pendaratan Darurat

Tantangan utama selama pendaratan darurat, terutama setelah keberangkatan jarak jauh, adalah bobot pesawat. Pesawat yang berangkat untuk penerbangan panjang membawa bahan bakar maksimum, sehingga membuat pengereman dan pendaratan menjadi lebih sulit. Pilot sering kali membakar atau membuang bahan bakar sebelum mendarat dalam situasi ini untuk mengurangi bobot dan meningkatkan margin keselamatan. Dalam hal ini, pengembalian cepat ke bandara merupakan respon yang optimal. Ada laporan kemungkinan kebakaran di roda pendaratan kiri, meskipun hal ini mungkin disebabkan oleh rem yang terlalu panas atau percikan logam setelah mendarat.

Kesimpulan

Kembalinya Delta Flight 104 dengan selamat menunjukkan efektivitas desain pesawat modern, pelatihan pilot, dan prosedur darurat. Meskipun insiden ini menakutkan bagi penumpang, tindakan cepat dan tegas kru mencegah terjadinya bencana besar. Insiden ini menyoroti pentingnya redundansi dalam sistem keselamatan penerbangan dan persiapan menyeluruh awak penerbangan untuk menghadapi keadaan darurat kritis.