Meskipun Air France baru-baru ini meluncurkan kabin kelas bisnis “generasi berikutnya” pada armada A350 dan Boeing 777, Boeing 787 Dreamliner tetap menjadi kebutuhan pokok dalam operasi jarak jauhnya. Pada penerbangan semalam selama 6,5 jam baru-baru ini dari Montreal (YUL) ke Paris (CDG), Dreamliner membuktikan bahwa meskipun perangkat kerasnya mungkin bukan yang terbaru, penawaran layanan dan kulinernya tetap menjadi yang terdepan di industri.
Pemesanan: Memaksimalkan Nilai dengan Flying Blue
Untuk segmen ini, penerbangan dipesan menggunakan Flying Blue miles —program loyalitas yang dibagikan oleh Air France dan KLM.
- Biaya: 60.000 miles + pajak dan biaya sebesar $266,47.
- Strategi: Flying Blue secara luas dianggap sebagai salah satu program yang lebih mudah diakses oleh wisatawan karena seringnya bonus transfer dari berbagai mitra kartu kredit. Bagi mereka yang ingin menukarkan miles secara efisien, mengatur waktu transfer ini adalah kunci untuk memaksimalkan nilai.
Kabin: Produk yang Andal, Jika Tidak Mutakhir
Boeing 787-9 memiliki kabin kelas bisnis dengan 30 kursi yang disusun dalam konfigurasi 1-2-1.
Konfigurasi dan Kenyamanan Kursi
Pesawat ini menggunakan kursi Safran Cirrus, dengan desain “tulang herring terbalik”.
– Wisatawan Tunggal: Tata letaknya sangat baik untuk privasi, dengan tempat duduk dekat jendela dan partisi yang dapat diperpanjang.
– Pasangan: Karena tempat duduk saling berhadapan, komunikasi memerlukan condong ke depan, sehingga kurang ideal bagi mereka yang bepergian bersama.
– Fitur: Kursi dilengkapi monitor layar sentuh 16 inci, konsol samping dengan penyimpanan tertutup, dan sandaran besar yang dapat diubah menjadi tempat tidur.
– Konektivitas: Penumpang memiliki akses ke daya AC dan port USB-A, namun yang terpenting, tidak ada USB-C atau pengisian daya nirkabel yang tersedia di kabin lama ini.
Fasilitas dan Perlengkapan Tempat Tidur
Air France meningkatkan “produk keras” melalui fasilitas berkualitas tinggi. Penumpang diberikan:
– Seprai yang bermitra dengan Sofitel: Termasuk bantal, selimut, dan alas kasur khusus—sebuah kemewahan bahkan untuk segmen jarak jauh yang lebih pendek.
– Clarins Amenity Kits: Berisi hal-hal penting seperti pelindung mata, perlengkapan gigi, dan perawatan kulit.
– Headphone peredam bising dan sandal untuk kenyamanan selama penerbangan.
Keunggulan Kuliner: Kelas Master dalam Efisiensi
Yang membedakan Air France adalah pengalaman bersantapnya. Pada penerbangan semalam, kecepatan dan kualitas layanan sangat penting untuk memastikan penumpang dapat tidur.
Layanan Makan Malam
Pelayanannya sangat cepat. Dalam waktu lima menit setelah tanda sabuk pengaman dimatikan, penumpang disuguhi sampanye dan biskuit keju. Makan utama diikuti hanya 40 menit setelah lepas landas.
– Sorotan Menu: Makanannya termasuk hidangan pembuka adas, semangka, dan kerang laut goreng, diikuti dengan hidangan utama lobster Kanada panggang dengan bisque nasi krim.
– Rasa “Restoran”: Para kru mempertahankan standar layanan yang tinggi, termasuk menawarkan untuk menyajikan lada segar di atas piring, meniru suasana santapan.
Sarapan
Meskipun durasi penerbangannya singkat, Air France menyediakan sarapan hangat lengkap—suatu hal yang jarang terjadi pada banyak penerbangan semalam jarak pendek. Menunya berupa telur orak-arik, rosti kentang, dan jamur, disertai buah segar dan yogurt.
Layanan dan Konektivitas
Kinerja kru tetap menjadi aset terkuat maskapai ini. Layanan ini digambarkan sebagai perpaduan langka antara efisiensi tinggi dan keramahan yang tulus. Hal ini sangat penting pada rute transatlantik di mana penumpang sering kali harus menyeimbangkan jadwal padat dan kurang tidur.
Mengenai konektivitas, meskipun Wi-Fi tersedia untuk dibeli, harganya masih agak mahal (berkisar antara €12 hingga €29). Namun, peningkatan signifikan akan segera terjadi: Air France saat ini sedang bertransisi ke Wi-Fi Starlink gratis untuk sebagian besar armadanya, yang kemungkinan akan merevolusi pengalaman digital di dalam pesawat.
Keputusan Akhir
Kelas Bisnis Boeing 787 Air France bukanlah kabin yang paling berteknologi maju di armada Air France, namun merupakan kabin yang sangat dapat diandalkan.
Intinya: Jika Anda bisa mendapatkan kursi di A350 atau 777 yang lebih baru, lakukanlah untuk perangkat keras yang lebih unggul. Namun, jika Anda menggunakan 787, Anda tetap mendapatkan pengalaman premium yang ditentukan oleh makanan luar biasa, perlengkapan tidur berkualitas tinggi, dan beberapa layanan terbaik di koridor Atlantik.
Kesimpulan: Meskipun teknologi kursi Dreamliner adalah generasi di belakang pesawat terbaru Air France, katering superior dan layanan penuh perhatian maskapai ini menjadikannya pilihan terbaik untuk perjalanan transatlantik.























