Airbus A321 yang sudah usang, yang sebelumnya dioperasikan oleh Spirit Airlines, terlihat terbang untuk Vietravel Airlines di Vietnam, menarik perhatian pada siklus hidup pesawat komersial dan dinamika manajemen armada di antara maskapai penerbangan. Pesawat tersebut, dengan registrasi VN-A129, mulai beroperasi dengan Vietravel pada Juli 2025 setelah Spirit Airlines mulai kehilangan aset di tengah pengajuan kebangkrutan yang kedua.

Vietravel Airlines: Identitas Baru untuk Perangkat Keras Lama

Vietravel Airlines adalah maskapai penerbangan Vietnam yang mengoperasikan armada kecil yang terdiri dari tiga pesawat: satu bekas Spirit Airlines A320, A321 yang dimaksud, dan satu lagi A321 yang awalnya digunakan oleh Niki. Meskipun salah satu pesawatnya memiliki corak modern, kedua pesawat bekas Spirit tetap mempertahankan tampilannya yang khas dan tidak halus. Maskapai ini terutama melayani rute domestik di Vietnam, sebuah pasar kompetitif yang mengutamakan efisiensi biaya.

The Spirit Legacy: Kursi Depan Besar Dikonsep Ulang

Khususnya, Vietravel Airlines menawarkan tarif “premium” pada penerbangan yang dioperasikan oleh pesawat Spirit sebelumnya, termasuk akses ke “Kursi Depan Besar” yang lebih besar yang sebelumnya terdapat pada maskapai berbiaya rendah AS tersebut. Yang mengejutkan, beberapa tarif premium sudah termasuk layanan mobil pribadi, manfaat yang biasanya disediakan untuk maskapai penerbangan kelas atas seperti Lufthansa.

Mengapa Ini Penting

Peralihan pesawat dari maskapai penerbangan yang bangkrut atau mengalami restrukturisasi seperti Spirit ke maskapai penerbangan regional atau baru adalah praktik umum, didorong oleh kebutuhan finansial dan optimalisasi armada. Namun, pemandangan pesawat Spirit yang terlihat sudah tua di Asia Tenggara menyoroti keterhubungan global dalam industri penerbangan. Hal ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai proposisi nilai dari maskapai berbiaya rendah: dapatkah maskapai penerbangan menggunakan kembali perangkat keras lama untuk audiens baru?

Kasus ini menunjukkan bagaimana pesawat dapat memiliki banyak nyawa, beradaptasi dengan pasar dan model bisnis yang berbeda. Kisah VN-A129 bukan hanya tentang perjalanan sebuah pesawat; ini tentang perekonomian penerbangan yang lebih luas, di mana aset terus-menerus dialokasikan kembali berdasarkan profitabilitas dan kelangsungan hidup.

Pada akhirnya, kehadiran pesawat bekas Spirit Airlines di Vietnam ini merupakan pengingat bahwa industri penerbangan adalah sebuah sistem yang dinamis, di mana bahkan peralatan yang paling usang sekalipun dapat menemukan kesempatan kedua.