EgyptAir akan meluncurkan penerbangan langsung antara Kairo (CAI) dan Chicago (ORD) dan Los Angeles (LAX) mulai pertengahan tahun 2026. Perluasan ini menandai langkah signifikan bagi maskapai asal Mesir tersebut, dengan menambahkan dua tujuan utama Amerika Utara ke dalam jaringannya.
Rute Baru, Jadwal Baru
Maskapai ini telah menyelesaikan jadwal untuk rute baru:
- Kairo–Los Angeles (MS983/984): Tiga penerbangan mingguan mulai 23 Mei 2026. Berangkat dari Kairo pada pukul 08.30, tiba di Los Angeles pada pukul 13.20 waktu setempat. Penerbangan pulang berangkat dari LAX pada pukul 17.25, tiba di Kairo keesokan harinya pada pukul 17.10. Waktu penerbangan kira-kira 14 jam 50 menit menuju barat dan 13 jam 45 menit menuju timur.
- Kairo–Chicago (MS947/948): Tiga penerbangan mingguan mulai 21 Juni 2026. Berangkat dari Kairo pukul 00.50, tiba di Chicago pukul 05.15 waktu setempat. Penerbangan pulang berangkat dari Chicago pada pukul 10.30, tiba di Kairo keesokan harinya pada pukul 05.40. Waktu penerbangan kira-kira 12 jam 25 menit menuju barat dan 11 jam 10 menit menuju timur.
Pengalaman Armada dan Penumpang
EgyptAir akan mengoperasikan rute ini menggunakan pesawat Airbus A350-900 barunya. Pesawat tersebut memiliki konfigurasi 340 kursi dengan 30 kursi kelas bisnis dan 310 kursi ekonomi. Pesawat ini menawarkan kursi kelas bisnis model herringbone terbalik dengan pintu yang diperbarui, namun pengalaman penumpang secara keseluruhan tetap menjadi perhatian bagi sebagian pelancong.
Implikasi Strategis
Penambahan Los Angeles menjadikan LAX satu-satunya bandara dengan koneksi nonstop ke enam benua yang berpenghuni. Meskipun ini merupakan pencapaian penting, kelayakan rute Los Angeles masih diperdebatkan.
Konteks Jaringan
EgyptAir sudah melayani New York (JFK), Newark (EWR), Toronto (YYZ), dan Washington (IAD) di Amerika Utara. Rute Chicago mendapat manfaat dari koneksinya ke hub utama United Airlines (kedua maskapai penerbangan tersebut adalah mitra Star Alliance). Namun rute Los Angeles menghadapi tantangan:
- Jarak Jauh: Rute ini jauh lebih panjang dibandingkan rute yang ada, sehingga meningkatkan biaya bahan bakar dan kompleksitas operasional.
- Permintaan: Permintaan perjalanan ke Afrika dari Los Angeles lebih rendah dibandingkan kota-kota di Pantai Timur.
- Kompetisi: Penumpang dengan kebutuhan perjalanan premium mungkin lebih memilih maskapai penerbangan Timur Tengah yang sudah mapan seperti Emirates atau Qatar Airways.
Ekspansi ke Los Angeles mungkin didorong oleh faktor prestise dan ekonomi, khususnya mengingat kepemilikan negara terhadap maskapai tersebut.
Kesimpulannya, Ekspansi EgyptAir ke Chicago dan Los Angeles merupakan langkah ambisius. Rute Chicago tampak strategis, sementara rute Los Angeles masih belum pasti dalam hal profitabilitas. Keberhasilan maskapai ini akan bergantung pada kemampuannya menarik penumpang pada penerbangan jarak jauh ini.
