Delta Air Lines, yang baru-baru ini berkomitmen untuk memproduksi hingga 60 Boeing 787-10 mulai tahun 2031, mungkin sedang mempersiapkan pesanan pesawat besar lainnya. Spekulasi industri, yang dipicu oleh analis penerbangan JonNYC, menunjukkan bahwa maskapai tersebut sedang mempertimbangkan untuk menambahkan Airbus A330-900neo atau A350-900 ke dalam armadanya. Langkah ini akan mengatasi kesenjangan pengiriman antara tahun 2028 dan 2031, ketika Delta dijadwalkan menerima Airbus A350-1000 pertamanya tetapi tidak menerima Boeing 787-10.

Pembaruan Armada dan Kesenjangan Pengiriman

Pembaruan armada berbadan lebar Delta sebagian besar menguntungkan Airbus, sehingga membuat pesanan Boeing 787-10 mengalami perubahan yang signifikan. Namun, jeda dua hingga tiga tahun dalam pengiriman pesawat berbadan lebar baru menimbulkan pertanyaan mengenai kapasitas maskapai ini untuk pertumbuhan jarak jauh. Kesenjangan ini sangat penting karena maskapai penerbangan biasanya merencanakan perluasan armada bertahun-tahun sebelumnya untuk memastikan kelancaran transisi dan menghindari gangguan operasional.

Pesanan saat ini mencakup 39 A330-900neo, 40 A350-900 (dengan empat pesanan lagi), dan 20 A350-1000. Selain itu, Delta memiliki opsi untuk 20 pesawat A350-1000 dan 30 Boeing 787-10 lainnya. Meskipun ada pesanan ini, sebagian besar armadanya terdiri dari pesawat-pesawat tua: 11 A330-200 (usia rata-rata 21 tahun), 31 A330-300 (usia rata-rata 17 tahun), 38 Boeing 767-300ER (usia rata-rata 29 tahun), dan 21 Boeing 767-400ER (usia rata-rata 25 tahun).

Kemungkinan Pesanan A330-900neo

Mengingat jadwal pengiriman dan komposisi armada, Airbus A330-900neo tampaknya menjadi kandidat yang paling mungkin untuk menerima pesanan baru. A330-900neo menawarkan ketersediaan yang lebih cepat dibandingkan dengan A350 dan 787, yang keduanya menghadapi daftar tunggu selama bertahun-tahun. Pemesanan sekitar 40 pesawat, seperti yang disarankan oleh JonNYC, tidak hanya akan mengisi kesenjangan pengiriman tetapi juga menyediakan kapasitas tambahan untuk modernisasi armada jangka panjang.

Armada A330-900neo yang dimiliki Delta (39 pesawat) sudah menjadi landasan operasi pesawat berbadan lebar. Penambahan 40 unit lagi akan mengkonsolidasikan ketergantungannya pada teknologi Airbus, menyederhanakan pemeliharaan dan pelatihan awak. Meskipun A350-900 juga merupakan sebuah pilihan, waktu tunggu yang lebih lama dan biaya yang lebih tinggi membuatnya kurang praktis dalam jangka pendek.

Strategi Armada Jangka Panjang

Strategi armada Delta secara keseluruhan tampaknya melibatkan gabungan antara upaya mengisi kesenjangan jangka pendek dan modernisasi jangka panjang. Maskapai ini pada akhirnya mungkin akan menggunakan opsi tambahan untuk pesawat A350-1000 dan 787-10, namun pengiriman tersebut diperkirakan baru akan dilakukan pada pertengahan tahun 2030an.

Model lama 767-300ER dan 767-400ER mendekati akhir masa pakainya sehingga pembaruan armada perlu dilakukan. A350-1000 diposisikan untuk rute jarak jauh ke Asia, Timur Tengah, dan India, sementara A330-900neo tambahan kemungkinan akan berfungsi sebagai pesawat “pekerja keras” serbaguna di seluruh jaringannya.

Kesimpulannya, meski belum ada keputusan resmi yang diambil, Delta Air Lines kemungkinan besar akan segera memesan pesawat berbadan lebar lainnya, dengan A330-900neo menjadi pilihan yang paling memungkinkan. Langkah ini akan mengatasi kesenjangan pengiriman, menyediakan kapasitas tambahan, dan mempercepat modernisasi armada yang menua.