Bilt Rewards baru-baru ini meluncurkan “AI Concierge” dalam aplikasinya, yang awalnya dipasarkan sebagai alat untuk memesan perjalanan, membuat reservasi restoran, atau menjadwalkan layanan menggunakan poin reward. Namun, pengguna menyadari bahwa kemampuan AI jauh melampaui fitur yang diiklankan, berfungsi secara efektif sebagai alternatif gratis dan tersedia untuk layanan AI berbayar seperti ChatGPT dan Claude.
AI dapat menulis dan mengeksekusi kode, menganalisis data, dan menangani permintaan kompleks tanpa memerlukan “jailbreaking” khusus atau rekayasa cepat. Seorang pengguna berhasil meminta sistem untuk membuat cache dalam memori Python dengan logika kedaluwarsa time-to-live (TTL), yang menunjukkan kemahiran pengkodeannya:
AI juga mendukung pengunggahan gambar, meskipun fungsinya tidak konsisten. Meskipun mengklaim ketidakmampuan untuk menganalisis gambar yang diunggah, keberadaan fitur unggahan menunjukkan potensi lebih lanjut yang belum dimanfaatkan.
Mengapa hal ini penting: Kemunculan AI canggih yang tertanam dalam aplikasi reward menggarisbawahi tren yang lebih luas: kemampuan AI kini semakin mudah diakses dan diintegrasikan ke dalam layanan sehari-hari. Hal ini menantang model AI berbasis langganan yang ada, yang berpotensi mengganggu pasar dengan menawarkan fungsionalitas serupa secara gratis kepada anggota Bilt Rewards.
Kemampuan Bilt AI untuk menggantikan model AI tingkat menengah yang gratis menunjukkan kemajuan yang signifikan dibandingkan tahun lalu.
Bagi pengguna yang sudah menggunakan aplikasi Bilt, hal ini menunjukkan peningkatan fungsionalitas secara langsung—yang pada dasarnya adalah chatbot AI yang berfungsi penuh tanpa biaya tambahan. Namun dampak jangka panjangnya masih harus dilihat. Akankah Bilt membatasi kemampuan ini? Akankah pesaing beradaptasi? Situasi saat ini menunjukkan bahwa AI bergerak melampaui produk yang berdiri sendiri dan tertanam dalam platform yang tidak terduga.
