Aegean Airlines, maskapai penerbangan utama Yunani, telah membatalkan pesanan dua pesawat Airbus A321XLR karena komplikasi dengan sertifikasi kursi. Maskapai ini awalnya berencana mengakuisisi pesawat-pesawat ini—yang awalnya ditujukan untuk JetBlue—untuk diperluas ke rute jarak jauh, termasuk layanan ke Delhi dan Mumbai dalam kemitraan dengan IndiGo Airlines. Namun, keterlambatan dalam memperoleh persetujuan peraturan untuk konfigurasi kabin dengan kepadatan tinggi, 138 kursi, yang mencakup suite berbaring, menyebabkan Aegean membatalkan pesanan sepenuhnya.

Ambisi Jangka Panjang Ditunda

Pada tahun 2024 dan 2025, Aegean mengumumkan rencana untuk enam pesawat armada jarak jauh, yang terdiri dari empat Airbus A321LR dan dua A321XLR. A321XLR, yang mampu melakukan penerbangan jarak jauh, dipandang sebagai komponen kunci dari perluasan ini. Maskapai ini bermaksud untuk mengerahkan pesawat ini pada awal tahun 2026, bertepatan dengan puncak permintaan perjalanan di musim panas. Namun, dengan masalah sertifikasi yang mendorong pengiriman melebihi jangka waktu tersebut, Aegean menganggap pesawat-pesawat tersebut tidak dapat digunakan untuk strategi jangka pendeknya.

Mengapa Ini Penting: Maraknya Penerbangan Jarak Jauh Berbadan Sempit

Keputusan ini menyoroti meningkatnya tren maskapai penerbangan yang menggunakan pesawat berbadan sempit seperti A321LR/XLR untuk rute jarak jauh. Pesawat-pesawat ini menawarkan alternatif yang lebih hemat bahan bakar dan fleksibel dibandingkan jet berbadan lebar pada rute yang jarang dilalui. Namun, hal ini juga menghadirkan tantangan dalam konfigurasi kabin dan sertifikasi, karena maskapai penerbangan berupaya memaksimalkan potensi pendapatan dengan opsi tempat duduk premium.

Potensi Alasan yang Mendasari Pembatalan

Meskipun Aegean menyebut sertifikasi kursi sebagai alasan utama pembatalan, pengamat industri memperkirakan ada faktor lain yang mungkin menjadi penyebabnya. Maskapai ini mungkin akan mengevaluasi kembali strategi jarak jauhnya mengingat ketidakpastian ekonomi global atau mempertimbangkan ukuran armada yang berbeda untuk efisiensi yang optimal. Pembatalan ini juga dapat dikaitkan dengan kekhawatiran mengenai kelayakan finansial dari pengoperasian subarmada kecil dengan premi tinggi, atau sekadar keputusan strategis untuk menunda ekspansi mengingat ketegangan geopolitik dan pembatasan wilayah udara saat ini.

Masa Depan Rencana Jangka Panjang Aegean

Aegean kini akan melanjutkan pesanan awal berupa empat A321LR, yang diharapkan akan dikirimkan mulai tahun 2027. Pesawat ini akan menampilkan konfigurasi yang lebih besar, sekitar 178 kursi. Apakah Aegean akan mengunjungi kembali A321XLR di masa depan masih belum pasti, namun pembatalan tersebut menandakan pergeseran dalam ambisi jangka panjangnya.

Keputusan maskapai ini menggarisbawahi interaksi yang kompleks antara hambatan peraturan, perencanaan armada strategis, dan kondisi pasar dalam lanskap penerbangan yang berkembang pesat.