Tidak selalu seperti ini. Dulunya hanya ada satu benua super. Pangaea. Itu terbelah. Potongan-potongan tersebut terpisah dan membentuk daratan yang kita petakan saat ini. Mereka juga tidak berhenti bergerak. Tanah di bawah kaki Anda secara teknis hidup. Misalnya saja Afrika. Ini merayap ke utara menuju Eropa. Perlahan-lahan. Tidak bisa dihindari.
Ketika lempeng-lempeng besar ini bertabrakan, mereka tidak saling memantul. Mereka menggiling. Mereka menekan. Mereka mendorong ke atas. Ambil contoh Himalaya. Mereka tidak ada jutaan tahun yang lalu. India adalah sebuah benua kepulauan, terpisah dari daratan Asia. Kemudian jatuh ke Asia. Hasilnya? Gunung tertinggi di Bumi. Keraknya melengkung. Batu terlipat. Langit semakin tinggi.
Pegunungan Himalaya ada karena India benar-benar menghantam Asia.
Pergerakan ini menjelaskan mengapa geografi terasa statis padahal sebenarnya berubah-ubah. Anda mungkin melihat peta dan melihat blok-blok berbeda. Tapi lihat lebih dekat. Amerika Utara dan Amerika Selatan tidak terisolasi. Mereka dihubungkan oleh sebidang tanah sempit. Amerika Tengah.
Beberapa ahli geografi berpendapat bahwa hubungan ini cukup signifikan untuk menganggap mereka sebagai satu kesatuan. Benua ganda. Ini mengubah cara Anda memandang perjalanan antara keduanya. Ini bukan lompatan. Itu jalan-jalan.
Jadi ketika Anda merencanakan perjalanan melintasi Amerika, ingatlah bahwa Anda tidak sedang melintasi lautan. Anda sedang berjalan melalui jabat tangan geologis. Satu benua bertemu benua lainnya. Batu itu masih mengendap. Bentang alam ini masih menuliskan sejarahnya di bebatuan dan tanah.